Skip to main content
Berita KegiatanPemberantasan

PELAKSANAAN ASESMEN TERPADU

Dibaca: 7 Oleh 27 Mei 2022Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba
Konsep Otomatis

Konsep Otomatis

Konsep Otomatis

Konsep Otomatis

Konsep Otomatis

Konsep Otomatis

Hari/ Tanggal : Selasa/ 24 Mei 2022
Pukul : 08.30 wib s.d selesai                                                                                                                                                                                                           Tempat : Kantor BNN Kota Metro

=========================
PELAKSANAAN ASESMEN TERPADU

=========================

Uraian Kegiatan:

Menindak lanjuti Surat Kepala Polisi Resor Metro Nomor : Surat Kepala Polisi Resor Metro Nomor : B/551/V/RES.4.2./2022, B/552/V/RES.4.2./2022, B/553/V/RES.4.2./2022, B/554/V/RES.4.2./2022, B/555/V/RES.4.2./2022 tentang Permohonan Asesmen Terpadu tanggal 19 Mei 2022, BNNK Metro melaksanakan Kegiatan Asesmen Terpadu yang terdiri dari Asesmen Medis, Asesmen Hukum dan Case Conference pada hari ini Selasa tanggal 24 Mei 2022 di Sekretariat TAT BNNK Metro terhadap terperiksa atas nama :

1. AM, Laki-Laki, 33 Tahun, Belum/Tidak bekerja;
2. B, Laki-Laki, 25 Tahun, Pelajar/Mahasiswa;
3. CH, Laki-Laki, 27 Tahun, Pelajar/Mahasiswa;
4. FS, Laki-Laki, 25 Tahun, Pelajar/Mahasiswa;
5. RAK, Laki-Laki, 25 Tahun, Pelajar/Mahasiswa;
Plt. Kepala BNN Kota Metro, Sanusi, S.Sos selaku Ketua Tim Asesmen Terpadu membuka Asesmen Terpadu bersama Elvianah, S.H. (Sub Koordinator Penyidikan BNNP Lampung), Alex Subarkah (Kasubsi Penuntutan, Eksekusi, dan Eksaminasi Kejari Metro), Anggoro Christian, S.H.,M.H. (Penyidik Polres Metro) Mutia Pangesti,S.H., S.Psi.,M.Psi (Psikolog Klinis BNNP Lampung) dan dr. Eva Anggraeni (Dokter Asesor BNN Kota Metro), serta Kresna Adi Prakasa, S.H. (Penyidik BNN Ahli Pertama)

Kegiatan TAT ini meliputi analisis terhadap terperiksa sebagai korban penyalahguna narkotika/pecandu dan/atau pengedar, analisis dalam kaitan peredaran gelap narkotika, serta rencana rehabilitasi.

Hasil Case Conference menyimpulkan rekomendasi Tim Asesmen Terpadu dalam menetapkan status terperiksa berupa tersangka dan/atau terdakwa dan kelanjutan proses hukumnya.

Berdasarkan hasil pelaksanaan asesmen tersebut terperiksa sdr. AM menunjukkan hasil urine negatif (-), tidak terindikasi terlibat jaringan peredaran gelap narkotika dan sebagai pecandu serta direkomendasikan untuk menjalankan Rehabilitasi rawat inap di Loka Rehabilitasi Rawat Inap di Loka Rehabilitasi BNN Kalianda .

Untuk terperiksa sdr. B menunjukkan hasil urine negatif (-), tidak terindikasi terlibat jaringan peredaran gelap narkotika, merupakan residivis tindak pidana narkotika dengan vonis hukuman Rehabilitasi selama 3 bulan di Loka Rehabilitasi BNN Kalianda dan dikategorikan sebagai pecandu serta direkomendasikan untuk menjalankan Rehabilitasi rawat inap di Loka Rehabilitasi Rawat Inap di Loka Rehabilitasi BNN Kalianda .
Kemudian terperiksa sdr. CH menunjukkan hasil urine negatif (-), tidakterindikasi terlibat jaringan peredaran gelap narkotika dan dikategorikan sebagai pecandu serta direkomendasikan untuk menjalankan Rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama BNN Kota Metro .
Selanjutnya sdr. FS menunjukkan hasil urine negatif (-), tidak terlibat jaringan peredaran gelap narkotika, merupakan residivis tindak pidana narkotika dengan vonis hukuman penjara selama 8 bulan di Lapas Kelas II A Metro dan dikategorikan sebagai pecandu serta direkomendasikan untuk menjalankan Rehabilitasi rawat inap di Loka Rehabilitasi Rawat Inap di Loka Rehabilitasi BNN Kalianda .
Diakhiri pemeriksaan sdr. RAK menunjukkan hasil urine negatif (-), tidak terlibat jaringan peredaran gelap narkotika dan dikategorikan sebagai pecandu serta direkomendasikan untuk menjalankan Rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama BNN Kota Metro .

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel